Teduhan

4 November 2011 pukul 11:39

Teduh
Setitik buih menjadi kasih
saat pasir merintih, ombak pun menyisih
redakan perih hilangkan sedih

ku sapa si jingga berbinar
awanpun datang memberi teduhan
tak ada hujan, cerahlah yang datang
menemani hati yang gemintang

Entah


Berteduh dibawah matahari, 'tuk mencari kesejukan api 
dalam diam ku bersembunyi, menanti dingin melebur sepi 

Barapun mencair basahi api, 
merajut abu sampai kesini, dunia tak bermuara 

Disini tak ada ingin, tak pula angan 
yang ada bathin, yang ada pagan 

Hati yang koyak, jiwa yang rusak 
senandung lirih bertema kocak, melontar serunai bermelodi acak. 

Bulan merah merangkul amarah, langit biru merangkul pilu 
bumi berpijar dibawah fajar, angin melintas diatas awan 


Tentang Ketiak

Aksila atau ketiak  merupakan suatu sudut yang  dibentuk oleh extremitas atas (lengan) dan iga. Ketiak sering ditumbuhi bulu-bulu halus yang hitam pekat pada pria dan lebih pekat pada waria :D. . . Ketek sering menghadirkan aroma yang menusuk hidung. 

Tidak hanya itu pemirsa, tapi juga ketek memiliki suatu fungsi yang sangat hebat yaitu sekresi urine via ketek. So, ketek telah membantu kita mengeluarkan urine dalam tubuh. Maka janganlah menghina ketek secara biadab ya. Hadirnya telah meringankan kerja ginjal.hehehe
Ketiak

Untuk orang yang memiliki ketiak dengan bau tak sedap, silahkan hisap dan rasakan aroma biadabnya. Jangan lupa bersyukur bahwa ketiak anda adalah anugerah tiada dua. Meskipun ketiak anda ada dua 
-_-

Dear My Oji-San


Dulu aku tak sadar dg kasih sayangmu, ya! Karena aku masih kecil dan belum mengerti apa itu kasih sayang. Sekarang aku telah mengerti arti kasih sayang tapi kamu mulai tak mengerti apa itu kasih sayang. 

Perlu kamu tahu. Aku akan tetap memberikan kasih sayang seperti kamu yg tak peduli mengerti tidaknya aku terhadap kasih sayang saatku kecil dulu. 

#abah76


Oji-san

Cinta Dalam Jarak


Kadang yang terindah bukanlah yang terbaik. Yang sempurna tak selalu menjanjikan keindahan. Namun, jika kita bisa menerima kekurangan menjadi kelebihan itulah kesempurnaan yang sebenarnya. Seperti dia yang mencintaiku apa adanya. Seperti dia yang menyayangiku sepenuh hatinya. Meski aku tak tampan juga tak rupawan tapi dia selalu setia menungguku disana.

Walau kadang kala aku harus mengahadapi kenyataan tragis. Menangis saat rindu datang mengiris. Saat tak ada pilihan, aku hanya bisa sabar dan tegar. Keadaanlah yang memaksaku untuk kuat meski aku tak bisa. Karena aku tahu inilah long distance. Ketika jarak menjadi dinding penghalang, tak berarti cinta akan luruh. Justru dengan adanya dinding tersebut akan memicu rasa rindu yang menggebu dan candu untuk bisa kembali bersua. Maka aku hanya bisa menutup mata dan membayangkannya disini, disampingku.

I just close my eyes and pretend you here”. Hanya kalimat itu yang selalu bergumam dalam ruang rinduku. Berharap dia datang menyentuh, memeluk, dan menciumku. Akhirnya, aku hanya bisa mengeja sepi dalam diri.

Tak hanya jarak yang menjadi godaan bagi kami. Tapi juga sering datang bidadari yang menghantuiku bahkan mengajaku untuk merajai hatinya. Namun aku tak sanggup jika harus mendua. Ketika hasrat mendua itu muncul, aku hanya bisa mengingat apa yang dia ucapkan padaku. “Jadilah pria sejati. Pria sejati bukanlah dia yang punya banyak wanita dalam hidupnya. Tetapi dia yang mampu menolak banyak wanita hanya demi seorang wanita yang dicintainya”. Kata-kata itulah yang mengingatkanku akan sucinya ikrar cinta kami.

Satu hal lagi yang membuatku semakin mencintainya yaitu kala dia berbicara padaku bahwa dia tidak butuh sosok yang sempurna tapi dia butuh sosok yang bisa membuat dirinya merasa sempurna dan itulah aku. Sungguh aku tersentak saat mendengar kata-kata itu. Seolah tak percaya tapi itulah fakta. Sejak saat itu aku mengerti bahwa seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata, bukan pula yang senantiasa di sisi kita, tapi dia yang setia di hati dan yang selalu mengingat kita dalam setiap doanya.

Cinta Dalam Jarak


Aku telah membulatkan hati padamu. Semoga kaulah jawaban atas doaku pada-Nya dan kaulah wanita yang telah tertulis di lauhul mahfuzku. Aku mencintaimu hingga Tuhan yang memisahkan kita. Amin
(suck seed process)

Tasikmalaya, 30 November 2012
Diana Kertadisastra

About Me

Selamat datang di blog gue. Perkenalkan nama gue Diana Suardi. Jenis kelamin PRIA bukan WARIA atau sejenisnya. Gue masih kuliah dan jurusan yang gue ambil adalah keperawatan. Blog ini berisi tentang kehidupan konyol gue dan hail karya sastra yang bisa dibilang ga nyastra. 
Diana Kertadisastra a.k.a Diana Suardi

Agan-agan bisa menghubungi di 085793170657
So, salam kenal dan selamat melihat-lihat. Salam Blogger!