The Raid of Love

14 Februari 2009
a True Story

Dika, dia adalah salah satu temanku yang jago matematika. Perawakannya gempal dan berwajah lumayan. Dia adalah salah satu klien curhatku. Dia pernah cerita bahwa saat valentin nanti dia ingin mengirimkan sebuah surat untuk Enung . 

Singkat cerita, tibalah saat valentin yang dinantinya. Pagi itu dia memperlihatkan isi tasnya padaku. Aku melihat ada dua batang silverqueen dan sebuah amplop merahmuda. Akupun tertawa sambil menepuk baju Pramukanya karena tak percaya dia benar-benar ingin melakukan niatnya. Diapun meminta bantuan ku untuk membawa Enung ke dekat kantin setelah pelajaran berakhir. Dia berpesan padaku untuk merahasiakan rencananya tersebut.

Tak lama kemudian bel tanda masukpun terdengar. Kamipun bergegas masuk ke kelas. Akan tetapi, guru biologi yang kami tunggu tak kunjung datang juga. Tak lama kemudian datang tim GDN (Gerakan Disiplin Nasional). Merekapun menggeledah tas kami. Dari 37 siswa yang digeledah ada 12 siswa yang ketahuan membawa coklat dan satu yang membawa coklat beserta surat. Dialah Dika. Tanpa pikir panjang salah seorang anggota GDN membaca dengan lantang isi surat tersebut. Mendengar suratnya dibacakan, Dikapun memerah karena malu. Begitupun dengan Enung. Tapi dibalik musibah tersirat hikmah. Pada tanggal 16 Februari 2009 mereka resmi menjalin hubungan. Sampai sekarang mereka tetap berhubungan semoga berakhir dipelaminan. Amin.

0 Response to "The Raid of Love"

Post a Comment