Malam
minggu adalah malam tergalau sepanjang masa. Kenapa? Jelas karena gue seorang JONES
sejati L. Namun gue tidak
merasa kesepian karena ditemani 2 orang teman bodoh disamping gue. Namanya Cepi
dan Yoga. Mereka juga sama bernasib
sama, JONES -_-. Pada akhirnya kami
dijuluki Tri Mas Kentir Jomblo Abadi di kampus.
Setiap
hari gue bersamadua temen gue nongkrong di depan pintu kelas. Stop! Kita bukan lagi
‘ee!. Tujuannya Cuma satu, lihat cewe cakep
lewat. Gue selalu siaga dengan empat mata gue yang udah sangat tebel. Maklum kacamata gue min 6. Sementara itu dua temen gue,
Cepi dan Yoga kadang bersiul dan mendehemi
(aduh apa sih bahasa Indonesianya dehem. Pokonya begini “Ehm”) Sambil pasang wajah
keren (padahal kaya orang lagi boker).
Tiba-tiba
sekawanan rusa eh mahasiswi kebidanan yang sangat aduhai lewat. Bodinya yang
begitu bahenol membuat kami meneteskan air liur (majas ironi) bahkan salah satu
temen gue sampe berbusa melihat kebahenolan anak bidan. Parahnyalagi si yoga
sampe kejang-kejang L mungkin
ini yang disebut Jomblois Syndrom. Nah
kalau gue, malah sibuk caari sabun (plak.. apa lgi ini yaTuhan)
Ada
satu wanita yang membuat mata kami terarah padanya.Intan.Gadis yang
disebut-sebut sebagai primadona kampus ini memang sedap dipandang. Bagaimana tidak
seorang yang memiliki tubuh ramping, kulitputih, matabelo, hidungmancung, bibir
tipis. Pokoknya setiap dia lewat Yoga selalu ingin pergi ke kamar mandi. Serius!
Mungkin karena Intan masuk kriteria TOGE PASAR (To**et Gede P**tatBesar) lha apa
hubungannya?
Maka
dengan pede-nya Cepi berteriak menyapa Intan. “Intaaaaaaan… tannn… tannnn…”
(ada echonya)… sekelompok mahasiswa kebidanan itupun menoleh karena teriakan Cepi
yang begitukeras. Denganwajah biadabnya Cepi harap-harapcemas menanti respon Intan.
“Iyaaaa,,
ada apa” orang itu pun langsung menghampiri
kami dan kami merasakan sesuatu yang
bergetardari dada kami. Bukan karena kagum tapi karena takut. Ternyata peluru
yang Cepi arahkan meleset. Intan yang ini berbadan super subur.TOGE PASAR kami
berubah menjadi LABU HALLOWEEN yang menyeramkan. Tubuhnya begitu gemuk dan bibirnya
yang super tebel membuat kami menelan ludah.Se kali lagi, bukan karena kagum—serem dan enek.
***
Akhirnya
kelas dimulai, setelah hamper dibuat muntah oleh NurIntan yang tidak seperti intan
berlian—tidak indah—kami memutuskan untuk berburu gadis di kelas Keperawatan. Ada
banyak wanita cantik disini. Operasi Ketupat lodaya-pun kami gencarkan disana.Mata
kami senantiasa berpatroli lirik kanan-kiri. Tiba-tiba Yoga memberikan kusebuah
gumpalan hitam ketangan kananku seraya berkata “Nih Upil”. Setelah beberapa detik
gue baru sadar bahwa itu adalah benda paling menjijikan di dunia. Spontan gue langsung
menempelkan upil itu kewajah Cepi. Tak mau kalah, Cepi dengan cekatan mengambil
upil tersebut dan memasukanya kemulut gue secara paksa—OMG gue udah diperkosa oleh
upil -__-..
Melihat
tingkah kami Mr. Aep—sang dosen
killer—langsung menyebut nama kami tiga kali (kaya setanaja) dan menyuruh kami
mengulangi apa yang telahdia ajarkan. Dengan wajah bego kami menjawab :” tidak tahu
pak”. “KELUAR” plakkkkkk…
Betapa
malangnya nasib kami. Setelah gagal mencuri perhatian Intan kami malah dihajar oleh
dosen botak tersebut. Selain itu tugas makalah sebagai hukuman menjadikan kesialan
kami semakin terasi eh terasa.
Pada
akhirnya kami pun pulang tanpa hasil. Hari yang sangat buruk. Namun, kami tetap
memiliki harapan dan merencanakan perburuan
pada malam minggu ini. Mudah-mudahan saja malam ini akan ada seorang wanita
yang kami temui.
***
Dadaha—Center
Sport Kota Tasikmalaya—sering diidentikan dengan singkatan dari Dada dan Paha
menjadi tempat berkumpulnya cewe dan cowo pada malam minggu khususnya. Suasana malam
itu terbilang cukup ramai. Gue bersama Cepi dan Yoga menaiki Vega ZR 115cc.
Dengan kecepatan penuh—20 km/jam—kami mengelilingi Dadaha. Berharap ada mangsa
yang siap dilumat.Hehehe
Saat
mengelilngi Dadaha Gue, cepidan yoga melihat dua sejoli yang sedang asik bercumbu.
Berhubung kami jomblo , kami ga terima ada orang pacaran di depan mata dan mesra-mesraan sepertiitu.
Langsung saja kami oncorin—soroti dengan lampu depan motor.
“Heh,
nagapain kalian..!!!”TeriakCepi yang menjadi rider sepeda motor tunggangan
kami.
“iii..
ini a.. lagi duduk”
“kamidari
Pemuda Karang Taruna Dadaha gak terima kalo kalian mesum disini” ujar Yoga sok ga
mesum.
Padahal dia adalah teman gue yang doyan banget ngoleksi pelem ‘gituan’
“a..
damai ajalah” pinta objek malang sambil memelas kaya kucing.
“kagak mau!”
Pemuda:
Mengeluarkan uang 20rb
Cepi:
“Kagakmau, demi nama baik kami. Kami tidak menerima hal seperti itu!”
Pemuda:
Mengeluarkan Uang 50rb
Gue:
nyiku badan si yoga
Yoga:
“Kagak mau”
Pemuda:
“yaudah a, ini yang terakhir. 100rb deh! Damai ya”
Cepi:”kenapa
ga dari tadi” wajah biadabnya muncul lagi deh…
Sungguh
pemuda bodoh itu telah tertipu dan akhirnya
kami bisa makan untuk beberapa hari ke depan.
Kami
pun melanjutkan perjalanan kami. Dadaha sudah terasa sepi. Namun tetap saja
kami melanjutkan pencarian. Sambil menahan lapar yang mendera perut malang
kami.
Suddenly
terlihat seorang gadis yang tengah duduk manis di dekat pintu masuk stadion
Dadaha. Lutut wanita itu ditumpangkan, rambutnya terurai, wajahnya benar-benar
cantik. Gue ngotot untuk mendekati wanita itu. Karen ague udah berpikir bahwa
bisa jadi dia adalah wanita idaman yang selama ini gue cari. Semakin dekat gue pada wanita imppian gue,
semakin berdebar jantung ini. Ya tuhan inikah tanda-tanda jatuh cintrong?
Sementara
dua temen gue diem kedinginan, maklum mereka berdua gak pake baju tebal.
Cepi:
“yan,, itu cewek geulis banget euy” *geulis=cantik
Gue:
“yap, cantik bahenol nelcom dah... yak an Ga?”
Yoga:
“yup, kita godain yuk…”
Hayuuuuuuuukkkk
Dengan
wajah seperti kuda nyengir, gue mendekat dan menyapa gadis tersebut “Hai
cantik”
Gadis
Cantik: “APA LOE!!!!!!!” dengan aksen
COWOK yang tegas dan berotot
Tanpa
piker panjang gue langsung tancep gas,,,,
yang ada dipikran gue adalah wanita cantik tadi hancur lebur terbakar
api. Hancur hatiku… galau jiwaku… Gue menarik kata-kata gue tadi.
Gue
salah kira, ternyata tak selamanya WARIA itu memiliki jakun, tubuh WARIA itu
memang masuk dalam criteria gue “TOGE PASAR”. Hmm, mungkin karena gue terlalu
naïf akan body wanita jadi diberi hukuman oleh Tuhan agar segera bertobat L
Tapi
gue akui itu WARIA emang cantik hehehehe… Semoga setelah mengalami kejadian ini
gue ga ngondekkk ciiiiiinnnnn